When we talk about JODOH

 'Bawa aku pergi, pacu laju laju, kita lari dari realiti' - Bawaku pergi, Zizan feat Kaka

Aku selalu fikir siapa yang aku akan kawin nanti, selalu jugak. 
Masa kekecik <--- contoh ayat kaver. Padahal sekarang bukan selalu tapi kerap. Kadang kadang pernah terfikir masa kita sibuk jejalan ada tak probability kita nak terlanggar bahu, tersenyum ke apa ke dengan si pemilik tulang rusuk. 



Tapi tadi terfikir, kalaulah ada siapa yang kita nak. Memang rasa di hati tu yakin, doa tak putus dipanjangkan jodoh. Tapi sebenarnya bukan dia, bukan untuk kita, bukan yang terbaik. Apa patut rasa masa tu?




Nak salahkan jodoh. Nak kata jodoh tu tak betul. Jadi kena fikir balik, jodoh tu Allah yang tetapkan dan bukan ke perancangan Allah tu adalah sebaik baik perancangan. Allah lebih mengetahui apa yang kita tak tahu bukan.
Teringat sesorang pernah cakap, sorry memang serius tak ingat siapa seseorang tu, Allah sengaja pertemukan kita dengan orang yang salah, supaya kita kuat hati dan jiwa

cara kita cari jodoh tu mungkin salah. Mungkin.

'Zaman sekarang mana susah cari awek,kau duduk dekat bus stop pon kau boleh dapat awek sorang' - Amat

Mudah kan? 

Dah kalau macam tu,kita kena tunggu la jodoh kita. Macam tu? Macam kau tunggu bila pepakwe korea yang konon hensem tu datang kejutkan kau pepagi dengan sarapan dah sedia atas katil. Macam tu punya tunggu. Memang, memang sengaja metafora.


Sebetulnya jodoh itu perlu dicari, sebab Allah menyuruh manusia berusaha. Bukan semata mata bergantung.

“Aku penuhi panggilan-Mu dengan penuh kebahagiaan, kebaikan semuanya di tangan-Mu dan keburukan tidaklah disandarkan kepada-Mu.”[Shahih Muslim, no: 1290]

Pada kita yang mencari, kita bertemu jodoh. Pada Allah yang mengatur, kita dipertemu jodoh.
Mudah,tak perlu ambil masa yang lama untuk faham


'Kalau lah jodoh tu macam pilih buah kat pasar, boleh tahu mana busuk mana tak, kan senang - Ayie

dan buah yang busuk tu tak berhak untuk dimiliki?

itu persoalan pertama yang terlintas. Oleh sebab itu, jodoh bukan buah. Ia takdir, yang Allah dah tetapkan sejak azali. Cuma bila siapa kita tak tahu.


Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji. Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik". [Surah al-Nur, ayat 26]
Percaya dengan janji Allah.